www.antonbahagia.com
  date | Hallo, RSS
 Kata kunci:  
Selamat Datang di Antonbahagia.com


Who is she..?
Who is she..?
Capung
Capung
Gong xi fat chai
Gong xi fat chai
under water 3
under water 3



Renungan Harian: MASALAHNYA ADALAH DOSA 
WACANATanggal: Selasa, 16 Maret 2010
Bacaan : Nehemia 1
Setahun: Ulangan 28-29; Markus 14:54-72
Nats: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9)

Judul:
MASALAHNYA ADALAH DOSA

Seberapa besar kemampuan manusia dalam menyelesaikan masalah? Manusia memang memiliki kepintaran, sehingga sanggup menyelesaikan banyak permasalahan yang ada di dunia. Buktinya adalah kemajuan teknologi. Teknologi muncul karena ada masalah yang dihadapi manusia. Namun, jika kita bertanya seberapa besar kemampuan manusia dalam menyelesaikan dosa, jawabannya adalah tidak ada. Hanya Tuhan yang sanggup menyelesaikan dosa manusia.

Nehemia sangat menyadari hal tersebut ketika ia harus menyelesaikan permasalahan bangsanya. Nehemia tahu bahwa bangsanya bukan hanya memiliki masalah secara politis, melainkan dosalah yang menjadi akar persoalan dari kehidupan bangsanya tersebut. Oleh sebab itu, hal pertama yang dilakukannya adalah datang kepada Tuhan dan berdoa. Ia mengakui bahwa dirinya serta bangsanya telah berbuat dosa, mengakibatkan mereka dibuang ke Babel. Ia lalu memohon pengampunan dosa. Nehemia sadar bahwa yang sanggup memulihkan kondisi bangsanya adalah Allah sendiri. Ia memohon agar Tuhan mengampuni dan memulihkan Yerusalem.

Berbagai masalah dalam hidup kita tak jarang berakar pada dosa. Jangan hanya berfokus pada masalah itu sendiri, lihatlah lebih dalam kepada dosa yang menyebabkannya. Sebelum kita "membereskan" masalah kita, baiklah terlebih dahulu kita membereskan dosa kita di hadapan Tuhan. Bertobatlah, dan mintalah ampun kepada-Nya. Pemulihan relasi dengan Tuhan ini dapat menjadi dasar dan sumber kekuatan bagi kita untuk menghadapi masalah yang ada.
(Baca selengkapnya | Bagikan | Renungan Harian )  WACANA  

 

Renungan Harian: HARA HACHI BU 
WACANATanggal: Senin, 15 Maret 2010
Bacaan : Keluaran 16:13-17
Setahun: Ulangan 26-27; Markus 14:27-53
Nats: Beginilah firman Tuhan: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya (Keluaran 16:16)

Judul:
HARA HACHI BU

Penduduk kota Okinawa, Jepang, berjumlah sekitar satu juta jiwa. Dan 900.000 orang di antaranya berusia di atas 100 tahun. Tahun 2008 majalah BBC News mendaulat masyarakat Okinawa sebagai salah satu komunitas penduduk dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia. Apa rahasianya? Konon, karena penduduk Okinawa sangat kuat menjaga dan menjalankan tradisi hara hachi bu. Itu pepatah Jepang yang artinya: makanlah hanya sampai 80% kenyang. Dengan kata lain, makan secukupnya, jangan sampai kekenyangan.

Makan secara berlebihan tidak hanya tidak sehat secara jasmani, tetapi juga secara rohani. Sebab itu menunjukkan ketidakmampuan mengendalikan diri. Perintah Tuhan kepada umat Israel dalam peristiwa turunnya manna adalah, "Ambillah secukupnya" (ayat 16). Sejajar dengan ucapan Yesus: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16:24). Secara sederhana menyangkal diri artinya: menahan diri atau mengendalikan diri.

Manusia cenderung memilih hal yang "enak". Walau "secara akal", tahu itu tidak sehat, tidak baik, tetapi karena "secara rasa" menyenangkan, enak, nikmat, jadinya tetap dilakukan juga. Padahal tidak jarang "yang enak" itu justru bisa menjerumuskan. Di sinilah pentingnya penyangkalan diri. Salah satu batu uji paling sederhana berkenaan dengan sikap menyangkal diri adalah: makan. Sebab biasanya kalau sudah enak makan, orang jadi suka lupa diri; makan terus sampai perut tidak lagi muat menampung makanan. Kita perlu belajar mengendalikan diri, mulai dengan mengendalikan pola makan.
(Baca selengkapnya | Bagikan | Renungan Harian )  WACANA  

 

Renungan Harian: MENGAPA PERLU KE GEREJA? 
WACANATanggal: Minggu, 14 Maret 2010
Bacaan : Ibrani 10:22-26
Setahun: Ulangan 23-25; Markus 14:1-26
Nats: Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita (Ibrani 10:25)

Judul:
MENGAPA PERLU KE GEREJA?

Dalam rubrik Surat Pembaca di sebuah majalah gereja, ada seseorang yang mengirimkan surat berikut: "Saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun. Selama itu saya telah mendengar ribuan kali khotbah. Tetapi, hingga kini saya tidak bisa mengingat satu per satu khotbah yang pernah saya dengar itu. Jadi, rasanya saya telah memboroskan banyak waktu, begitu juga para pendeta itu dengan khotbah-khotbah mereka."

Surat itu memicu banyak tanggapan dari pembaca majalah tersebut. Sampai akhirnya seorang pembaca lain menulis demikian: "Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama itu istri saya telah memasak ribuan kali untuk saya. Hingga kini saya tidak bisa mengingat satu per satu masakan istri saya. Tetapi saya tahu, bahwa masakan-masakan itu telah memberi tubuh saya kekuatan yang diperlukan untuk hidup sampai sekarang."

Disadari atau tidak, sebetulnya ada banyak sekali manfaat yang bisa kita peroleh dengan kita ke gereja; baik melalui ibadah yang kita ikuti-firman yang ditabur, doa yang dipanjatkan, dan nyanyian yang dinaikkan dalam ibadah; akan menjadi "pupuk yang subur" bagi pertumbuhan iman kita-maupun melalui persekutuan dengan sesama saudara seiman; di mana kita dapat saling memperhatikan, saling mendukung dalam kasih dan dalam perbuatan baik. Itulah sebabnya penulis Surat Ibrani pun menasihatkan supaya kita jangan menghindari pertemuan-pertemuan ibadah.

Jadi, jangan berpikir bahwa ke gereja itu hanya membuang-buang waktu dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Itu salah besar.
(Baca selengkapnya | Bagikan | Renungan Harian )  WACANA  

 

Renungan Harian: MELUPAKAN YANG DI BELAKANG 
WACANATanggal: Sabtu, 13 Maret 2010
Bacaan : Filipi 3:12-16
Setahun: Ulangan 20-22; Markus 13:21-37
Nats: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku (Filipi 3:13)

Judul:
MELUPAKAN YANG DI BELAKANG

Seorang pemain biola desa lolos ke final kompetisi nasional. Di malam final, permainannya mengundang decak kagum hingga semua menduga dialah yang bakal menang. Tiba-tiba, di bagian akhir permainannya, satu senar biolanya putus. Penonton menahan napas. Ada yang spontan berdiri. Bahkan pemimpin orkestra pengiring sempat berhenti. Namun, si pemain biola tetap tenang dan terus bermain, walau suara biolanya tak seindah semula. Ia tahu, tak ada gunanya memikirkan senar yang putus. Itu takkan menyambungnya lagi. Hanya membuang waktu dan energi. Lebih baik ia konsentrasi memainkan senar yang masih bisa dimainkan. Meski kalah lomba, ia menang atas kekhawatiran dan pemborosan energi.

Pemborosan energi terbesar bisa berwujud kekhawatiran dan pikiran negatif yang dihabiskan untuk memikirkan hal yang tak dapat diubah. Paulus sadar hal ini. Jika ia menghabiskan energi untuk memikirkan kesalahannya pada masa lalu, ia takkan dapat melayani dengan baik. Ia terlibat dalam pembunuhan Stefanus. Ia penganiaya jemaat. Sampai tua ia masih sadar akan dosa-dosanya (1Timotius 1:16). Namun Paulus tahu, ia tak mungkin mengubah masa lalu. Maka, ia melupakan masa lalu dan mengarahkan diri ke masa depan.

Pernahkah Anda menyesalkan kesalahan pada masa lalu, menghabiskan energi dengan pemikiran "seandainya ini" atau "itu"? Anda tak perlu terus memikirkan "senar putus". Seribu "seandainya" bisa dibuat dalam situasi-situasi demikian. Namun, pemborosan energi ini tak akan mengubah apa pun. Masa lalu tidak mungkin diubah. Jadi, jangan boroskan energi, lebih baik kita pakai kekuatan dan waktu yang masih ada untuk memainkan senar yang masih utuh.
(Baca selengkapnya | Bagikan | Renungan Harian )  WACANA  

 

Renungan Harian: DUSTA 
WACANATanggal: Jumat, 12 Maret 2010
Bacaan : Kisah Para Rasul 5:1-11
Setahun: Ulangan 17-19; Markus 13:1-20
Nats: ... tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat (Amsal 3:32)

Judul:
DUSTA

Membiarkan berkembangnya sesuatu yang berpengaruh buruk adalah kesalahan serius. Ibarat penyakit menular, jika dibiarkan akan semakin banyak korbannya. Ibarat sel kanker, jika sudah berkembang hingga ke stadium lanjut akan semakin sukar dilumpuhkan. Ibarat kebiasaan buruk, jika dibiarkan sejak anak-anak akan menjadi watak yang buruk. Daya rusaknya sudah terlampau kuat untuk dihambat. Satu- satunya cara mengatasi hanyalah mencegah atau memberantasnya selagi masih dini.

Gereja pada zaman para rasul berusia masih amat "muda". Tugasnya adalah menjadi saksi kebenaran Injil Yesus Kristus. Ibarat dalam pengadilan di masa itu, kebenaran sebuah kesaksian memerlukan pengukuhan 2 orang saksi. Banyak murid diutus berpasangan-seperti Petrus dan Yohanes atau Paulus dan Barnabas-untuk meneguhkan kebenaran Injil. Dusta adalah dosa yang bertolak-belakang dengan tugas menjadi saksi. Menjadi saksi harus berkata benar. Oleh sebab itu, ketika ada 2 orang murid bersepakat dalam dusta, mereka dihukum dengan amat serius untuk menjadi peringatan bagi semua. Sebab seorang saksi tak mungkin berkompromi dengan dusta. Oleh sebab itu, kita bisa memahami kerasnya hukuman yang Ananias dan Safira terima karena kesepakatan dusta mereka. Itulah sebabnya kita tertegun membaca tentang hukuman berat bagi pasangan Ananias dan Safira.

Ada hal-hal di dalam kehidupan ini yang tidak bisa dikompromikan, sebab memang sejak dari akarnya sudah bertolak-belakang. Termasuk dusta melawan kebenaran. Jika kebiasaan buruk berdusta dibiarkan, akan menjadi bencana di kemudian hari. Kita harus bersikap tegas terhadapnya.
(Baca selengkapnya | Bagikan | Renungan Harian )  WACANA  

 

BeritaTerkini

·Maman : Persija Main di Bawah Form
·Jaringan Telkom Padang Terputus Selama 3 Jam
·Pameran "Buka Pintu" Apresiasi Terhadap Ruang Baru
·Mahasiswa Demonstrasi Sikapi Kedatangan Obama
·Tukang Ojek Ditemukan Tewas Mengenaskan
·Pesawat Riau Airlines Dapat Teror Bom
·Dukungan Hasyim Jadi Rais Aam PBNU Menguat
·Keluarga Tersangka Teroris Tunggu Hasil Tes DNA
·Polresta Tasikmalaya Ungkap Pembobol Pulsa Melalui Internet
·Pria Tak Dikenal Meninggal Dunia di RSUD Kudus

Selengkapnya...

 

Kategori

· Semua kategori
· Blog
· CerPen
· Fotografi
· I.B.Orthopedi
· I.B.Umum
· I.B.Urologi
· I.P.Dalam
· I.Saraf
· Kabar Berita
· Kopi Pagi
· Misteri
· Musik
· Puisi
· Renungan Harian
· Surat Saya

Leggi Ticker in formato testo.

Chatting

ONLINE

Shout Box Status

Arsip   
 

Situs Anda

1:Mewarnai Perjalanan Hidup
2:Official Website of Ronald S. Simanjuntak
3:Cupid Zone
4:V-troy
5:my Online Diary
6:CyberGKI : Homepage Gereja Kristen Indonesia di CyberSpace
7:CENGKARENG.INFO
8:Website Resmi Pemprov DKI Jakarta
9:Mejuah-juah
10:Mayo Clinic

Lihat Semua Situs

Catatan kecik

Link

 
Counter: Counter

© 2004-2010 Anton Bahagia Tarigan
Disitus ini semua logo dan merek dagang adalah kepunyaan pemiliknya.
Kirim komentar dan saran anda melalui formulir ini | Tentang | Bantuan | Privasi
Anda browsing dari IP: 38.107.191.85
Dimuat dalam 5.05 detik